gietimes
gietimes

Puasa Dan Bahasa Universal Peradaban

U.Eldias I 2026-02-27 02:03:08

Filosofi hidup pragmatis yang Menekankan Manfaat Nyata

Poshbloc Media I 2026-02-23 19:25:14

gietimes

Setali tiga uang dalam sejarah filosofi


Avatar

Channel :

Ferdiansyah Rusman

Publish : 2026-03-13 05:29:30

Tautan Untuk pc


Tautan Untuk Mobile

Close

detail

Sumber gambar : ...

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat sering menggunakan peribahasa untuk menggambarkan suatu kondisi atau sifat manusia. Salah satu peribahasa yang cukup dikenal dalam bahasa Indonesia adalah “setali tiga uang”. Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan dua atau lebih hal yang sebenarnya tidak memiliki perbedaan berarti karena memiliki sifat, karakter, atau kualitas yang sama.


Secara historis, istilah “setali tiga uang” berasal dari sistem mata uang pada masa lalu di Nusantara. Pada masa itu, nilai uang sering diukur menggunakan satuan tertentu seperti tali atau ikatan koin. Tiga keping uang yang diikat dalam satu tali memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda satu sama lain. Dari situlah muncul ungkapan “setali tiga uang”, yang kemudian digunakan secara kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang setara atau sama saja.

Dalam percakapan sehari-hari, peribahasa ini sering digunakan untuk menilai dua orang, dua pilihan, atau dua situasi yang memiliki sifat serupa. Misalnya, ketika seseorang membandingkan dua orang yang sama-sama memiliki kebiasaan buruk, ia mungkin akan mengatakan bahwa keduanya “setali tiga uang”. Artinya, tidak ada yang lebih baik karena keduanya memiliki karakter yang sama.


Namun, filosofi dari peribahasa ini sebenarnya lebih dalam daripada sekadar menyatakan kesamaan. Ungkapan ini juga mengandung pesan tentang cara manusia menilai sesuatu secara lebih objektif. Terkadang orang merasa memiliki banyak pilihan, tetapi ketika dilihat lebih dekat, pilihan tersebut sebenarnya tidak berbeda secara signifikan. Dengan kata lain, perbedaan yang terlihat mungkin hanya di permukaan saja.


Filosofi “setali tiga uang” juga dapat digunakan sebagai pengingat agar manusia tidak mudah terjebak oleh ilusi pilihan. Dalam beberapa situasi, orang merasa harus memilih antara dua hal yang tampaknya berbeda. Namun jika keduanya memiliki konsekuensi atau kualitas yang sama, maka pilihan tersebut sebenarnya tidak memberikan perubahan yang berarti.


Contohnya dapat ditemukan dalam kehidupan sosial atau politik. Kadang masyarakat dihadapkan pada dua figur atau dua kebijakan yang tampak berbeda secara tampilan, tetapi pada kenyataannya memiliki pola perilaku atau hasil yang sama. Dalam situasi seperti itu, ungkapan “setali tiga uang” sering digunakan untuk mengekspresikan kekecewaan atau skeptisisme terhadap pilihan yang tersedia.


Selain itu, filosofi ini juga mengajarkan pentingnya berpikir kritis. Manusia sering menilai sesuatu hanya dari tampilan luar atau perbedaan kecil yang sebenarnya tidak substansial. Dengan memahami makna “setali tiga uang”, seseorang dapat belajar untuk melihat lebih dalam sebelum mengambil kesimpulan atau membuat keputusan.

Di sisi lain, ungkapan ini juga bisa digunakan secara netral, bahkan positif. Tidak selalu berarti buruk, “setali tiga uang” juga dapat menggambarkan dua hal yang sama-sama baik atau sama-sama memiliki kualitas tinggi. Dalam konteks ini, peribahasa tersebut menunjukkan kesetaraan atau kesamaan nilai antara dua hal yang dibandingkan.

Dalam kehidupan modern, filosofi ini tetap relevan karena manusia terus dihadapkan pada berbagai pilihan, baik dalam karier, bisnis, maupun kehidupan pribadi. Memahami makna “setali tiga uang” dapat membantu seseorang menyadari bahwa tidak semua pilihan benar-benar berbeda secara mendasar.


Pada akhirnya, filosofi “setali tiga uang” mengajarkan kita untuk lebih bijak dalam melihat kesamaan di balik perbedaan. Ungkapan ini mengingatkan bahwa dua hal yang terlihat berbeda belum tentu benar-benar berbeda dalam esensinya. Dengan cara berpikir yang lebih kritis dan mendalam, kita dapat membuat keputusan yang lebih tepat serta memahami realitas kehidupan dengan lebih jernih.

Avatar

Posted By :

Ferdiansyah Rusman

Artikel di atas adalah admin dari artikel di bawah ini

#Opini


Tulis ulang apabila kamu mengetahui lebih luas seputar artikel ini, dapatkan tambahan bonus 10 poin untukmu.

Ditulis oleh :

Member komunitas poshbloc.id

Pada :




Authors Writers

Setali tiga uang dalam sejarah filosofi

Ferdiansyah Rusman